Varia Nusantara

Kumpulan Berita dan diary pribadi

Soal Kritik Keras Tokoh Agama ke Pemerintah, Taufiq juga Nilai Wajar

RMOL. Tak hanya permintaan Sekjen DPP PDI Perjuangan, Tjahjo Kumolo, yang meminta Presiden SBY mengganti 10 menteri yang dinilai Taufiq Kiemas Wajar.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu juga menilai wajar kritik keras yang kerap dilontarkan para tokoh lintas agama kepada pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono.

“Wajar-wajar saja, Kritik-kritik itu wajar saja. Tapi kalau sampai menjatuhkan tidak sesuai dengan jadwal demokrasi kan ngggak bagus ya. Jadi jadwal demokrasi harus jalan, tidak boleh berhenti di tempat. Kan nggak ada yang bicara Presiden RI (SBY)  harus berhenti hari ini,” kata suami Megawati Soekarnoputri ini.

Taufiq mengatakan itu kepada wartawan di sela-sela acara Pekan Kerukunan antar Umat Beragama se-Dunia di Istora Senayan, Jakarta (Minggu, 6/1).

Namun, terkait dengan permintaan sebagian kalangan yang meminta tokoh agama untuk tidak bicara politik di media, politisi senior PDI Perjuangan enggan mengutarakan pendapatnya. “Jawab sendiri lah. Ya etisnya moral lah,” katanya sambil tertawa kecil. [zul]

Sumber : Rakyat Merdeka Online, Minggu 06 Februari 2011, 15;16;00 WIB

 

Inilah Cara Terbaik Menghadapi Gerakan Koin untuk SBY

RMOL. Bila mempidanakan aktivis yang menggalang pengumpulan koin untuk SBY bukan pilihan yang cerdas, apakah masih ada cara lain untuk menghadapi gerakan itu?

Ada. Begitu kata Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat, Habiburokhman, dalam rilis yang diterima Rakyat Merdeka Online, Sabtu malam (5/2).

“Spirit yang disuarakan para aktivis yang mengumpulkan koin untuk Presiden SBY sesungguhnya sangat mulia, yakni mengingatkan Presiden SBY bahwa masih banyak rakyat miskin yang gaji atau pendapatannya sangat jauh di bawah kelayakan. Seharusnya spirit tersebut yang diperhatikan oleh Presiden SBY guna memperbaiki kinerja pemerintahan,” tulis Habiburokhman.

Di sisi lain, dia juga mengingatkan Polri untuk bekerja dengan profesional dan berdasarkan hukum yang berlaku. Polri, sebutnya, harus menghindarkan diri dari tindakan yang mencerminkan sikap arogansi.

“Semangat memenjarakan orang hanya demi memuaskan penguasa jangan sampai ada di tubuh Polri kita,” demikian Habiburokhman. [guh]

Sumber : Rakyat Merdeka Online, Sabtu, 05 Februari 2011 , 23:17:00 WIB

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s